MENU

4.10.12

bledug kuwu

with 0 comments

 Bledug Kuwu merupakan nama sebuah obyek wisata di Kabupaten Grobogan. Obyek wisata ini berupa fenomena lumpur yang meletup dengan menimbulkan bunyi menyerupai suara meriam yang terdengar dari kejauhan. Ada dua letupan lumpur di Bledug Kuwu,
 “Bledug..bledug..bleduk..” demikian suara ledakan lumpur itu secara periodik setiap durasi dalam beberapa menit. Suara itu yang membuat obyek wisata ini diberi nama Bledug. Sedang Kuwu adalah nama desa tempat obyek wisata ini berada.
di sebelah timur dan di sebelah barat.  Masyarakat setempat menyebut bledug besar yang terletak di sebelah timur dengan nama Joko Tuwa dan yang terkecil di sebelah barat dengan nama Roro Denok. Dalam buku berjudul Legenda Terjadinya Bledug Kuwu yang ditulis oleh Sugeng Haryadi (1986) disebutkan, tinggi letupan lumpur Bledug Kuwu yang besar pernah mencapai ± 530 cm dan yang terkecil hanya berkisar 90 cm.
Wisata Bledug Kuwu sejauh ini masih diselimuti dua kutub misteri antara sudut pandang legenda dan analisis ilmiah.
  lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung yang berwujud ular naga besar itu melakukan perjalanan bawah tanah. Sehingga diyakini, ada “hubungan bawah tanah” antara Laut Selatan dengan Bledug Kuwu. 

Dari sudut pandang legenda yang diceritakan secara turun-temurun disebutkan, bahwa Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon,

kini sepi pengunjung dan perlu adannya kepedulian dari pihak pariwisata karena wisata ini merupakan wisata hati dimana kita dapat merasakan betapa besar kuasa alloh akan alam ini dan kita akan menambah keyakinan alloh maha besar coba seandainnya alam yang bergolak itu berada dimana kita tinggal......subhanalloh......



0 comments:

Post a Comment