Bledug Kuwu merupakan nama sebuah obyek wisata di Kabupaten Grobogan. Obyek wisata ini berupa fenomena lumpur yang meletup dengan menimbulkan bunyi menyerupai suara meriam yang terdengar dari kejauhan. Ada dua letupan lumpur di Bledug Kuwu,
“Bledug..bledug..bleduk..” demikian suara ledakan lumpur itu secara
periodik setiap durasi dalam beberapa menit. Suara itu yang membuat
obyek wisata ini diberi nama Bledug. Sedang Kuwu adalah nama desa tempat
obyek wisata ini berada.
di sebelah timur dan di
sebelah barat. Masyarakat setempat menyebut bledug besar yang terletak
di sebelah timur dengan nama Joko Tuwa dan yang terkecil di sebelah
barat dengan nama Roro Denok. Dalam buku berjudul Legenda Terjadinya Bledug Kuwu
yang ditulis oleh Sugeng Haryadi (1986) disebutkan, tinggi letupan
lumpur Bledug Kuwu yang besar pernah mencapai ± 530 cm dan yang terkecil
hanya berkisar 90 cm.
Wisata Bledug Kuwu sejauh
ini masih diselimuti dua kutub misteri antara sudut pandang legenda dan
analisis ilmiah.
Dari sudut pandang legenda yang diceritakan secara
turun-temurun disebutkan, bahwa Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang
yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia).
Konon,






0 comments:
Post a Comment